NewsTuan Guru Bajang

Pengajian PBNW Di Ponpes Fathul Akbar NW Tempos

Pengajian Silaturahim Pengurus Besar Nahdlatul Wathan di Pondok Pesantren Fathul Akbar NW Tempos
Hari ini adalah kesyukuran penuh berkah karena Syaikhuna Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani bisa hadir ditempat ini sama seperti kehadiran Maulana Syaikh dan Ummuna dahulu, ini kedatangan Syaikhuna yg ke 2 kali, dlu bekiaubdatang ke sini tahin 2004 dan semua ini membawa kebarokahan yang terus mengalir di madrasah ini maupun para asatidz dan masyarakat setempat.


TGH. Syahri Ramadhan
Cintailah Ulama’ dan kenapa kita harus berguru pada ulama’ karena supaya bisa ilmu kita tersambung sampai nabi, ketika ilmu itu tidak nyambung maka akan hilang cahaya imannya.
Ilmu itu lebih dari pada nur (cahaya) zaman ini banyak orang mendapatkan ilmu tanpa ada sumber/guru melainkan zaman ini banyak mendapatkan ilmu dari google dan YouTube.


Menuntut ilmu harus duduk bertemu dengan guru dan disitulah kita bisa mendapatkan ilmu barokah, sambung silaturrahmi dengan guru yang telah mengajarkan dan tetap mendo’akan guru dimanapun kita berada.
Kebarokahan itu harus dimulai dari keikhlasan orang tua, mengantarkan anak daftar sekolah pada hari Rabu dan mengantarkan anaknya mondok pada hari Rabu. Tp kapan pun anak di antar sebaiknya ke 2 orang tuanya ikut mengantar ke pondok.


Barokah menyambung ilmu dari setiap guru, harga, nilai guru itu dalam hati dengan keikhlasan.
Jangan suka membicarakan guru apalagi mencari kesalahannya.
Adab orang tua juga harus dijaga kepada guru anaknya karena disitulah nilai keikhlasan yang bisa mempengaruhi adab anaknya.

Irsyadat Wattaujihad Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani
Ninik Maulana Syaikh merupakan Guru ibadah dan spiritual.
Kewajiban kita ialah Sami’na Waato’na berjuang di Nahdlatul Wathan dengan mengikhlaskan diri dan menghilangkan ego, kita perbesar madrasah yang Maulana Syaikh tinggalkan kita.


Berjuang itu harus bersama selangkah seayun, membesarkan organisasi, dan hindari perpecahan apalagi pertikaian. Kehidupan ini tidak selamanya melainkan dunia ini merupakan ladang amal tempat kita berbuat kebaikan.
Niat kita hidup di dunia ini ialah masuk surga, saya mengajak semua jamaah kembali di satu jalan yaitu Nahdlatul Wathan yang didirikan Maulana Syaikh pada tahun 1953 bukan 2014. Dan semoga kita bisa tetap bersama didunia dan di akhirat.


Jabatan bukan untuk dikejar, namun jabatanlah yang harus mengejar kita, mari kita saling jaga, saling rangkul dalam berjuang di Nahdlatul Wathan.
Kita catat, catatan yang baik untuk generasi kita, karena sejarah tidak bisa dihapuskan supaya bisa diketahui oleh anak cucu kita.


Mari kita bersatu, kita sama-sama saling sayangi, hindari perpecahan dan kita sama-sama berjuang untuk kejayaan Islam melalui Nahdlatul Wathan dengan mengedepankan Sami’na Waato’na, yakin ikhlas dan Istiqomah.
Tempos, 24 Oktober 2019

#Santri.CO #SantriNasional

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close