Nahdlatul WathanTuan Guru Bajang

Ponpes Miftahul Kherat Menjadi NW dan Diserah ke Ketum PBNW

Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Khaerat  Begenda Medain Barat Kec. Narmada, Ust Nurdin, S.Pd, beserta keluarga menyerahkan keseluruhan ponpes yang dikelolanya kepada Ketua Umum PBNW Syaikhuna Raden Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani untuk ikut serta bergabung Nahdlatul Wathan dalam menyiarkan Islam.

“Yang terpenting adalah untuk ikut serta memperjuangkan Islam di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah melalui NW bersama Pahlawan Nasional,” kata Nurdin di depan Ketum PBNW dan jamaah Majlis dakwah Hamzanwadi II di Mataram, Rabu (09/10/2019).

Sebelumnya, dilakukan penandatanganan surat penyerahan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Khaerat oleh Pimpinan Yayasan dan Ketua Umum PBNW Syaikhuna, yang disaksikan pihak pemerintahan dan anggota PBNW.

Ketua Umum PBNW Syaikhuna, dalam sambutannya sangat bersyukur dan mengapresiasi atas inisiatif pimpinan yayasan Pondok Pesantren Miftahul Khaerat  yang bergabung di organisasi Nahdlatul Wathan dalam ikut membentengi islam Ahlussunah wal jamaah dari ajaran-ajaran yang tidak benar.

“Insya Allah bersama NW yang didirikan Sulthonul Auliya, semoga kita menjadi bagian penegak Islam dan ngriring bisa masuk Surga bigairi hisab,”ungkapnya.

Ia juga mengajak untuk semua lembaga NW agar terus meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing institusi teruatama dalam ajaran Islam ahlussunah wal jamaah.

“Rasulullah SAW adalah manusia paling baik, pemurah, pemberani. Semoga kita bisa menjadi ummat yang beruntung,” ucapnya.

Syaikhuna juga mengingatkan kepada jamaah bahwa apa yang ada pada diri kita hanyalah titipan, jika Allah mau mengambilnya maka tidak ada hak kita untuk mempertahankannya karena semua ini Allah SWT yang ciptakan.

Jangan lihat orang yang lebih, tapi kita harus syukuri apa yang ada pada diri kita, karena kalau kita lihat kelebihan orang saja maka kita akan tetap merasa kurang dan ibadah kita akan kurang gara-gara lihat kelebihan orang lain karena bisa menimbulkan iri hati, benci.

“Warga Nahdlatul Wathan harus memiliki jiwa yang perkasa jangan mudah tergoyang hanya karena uang maupun jabatan. Kita harus mencontohi perjuangan Rasulullah Saw, Maulana Syaikh dan para pejuang kita terdahulu yang kuat pantang mundur jangan karena hanya di ancam sedikit terus kecut atau takut,”tandasnya.(sofyan)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close